available books...

Shelfari: Book reviews on your book blog
Showing posts with label hlovate. Show all posts
Showing posts with label hlovate. Show all posts

Thursday, October 21, 2010

tunas (sold- thanks chua)


author: hlovate
publisher: jemariseni
harga: rm21, my price: rm 18 (including postage)
sinopsis:
“Akak nak bunga apa? Sebut aje.” Lee pula yang menyambung.
“Bunga ros? Bunga matahari? Bunga carnation? Bunga lili? Bunga raya?” Dia membilang dengan jari tangan.
“Bunga bakawali? Bunga teratai? Bunga orkid? Bunga plastik? Bunga lawang? Bunga cengkih?”
Budak bertujuh itu memandang Addin tak berkelip.
“Tulip ada?”
“Kenapa mesti akak mintak the only flower yang kita orang tak ada?”
A-Cid berpaling ke belakang.
“Benz, one red rose, full-bloom, with baby's breath in a bouquet, please. Wrap with white organza." Dia memetik jari. “Pink ribbon.”
Benz memandang A-Cid dengan muka yang tak boleh dibaca. “The I-Love-You ensemble?” Keningnya terangkat sebelah.
Addin jatuh rahang bawah. The-what???
“A-Cid! Akak memang tak main la benda-benda macam tu....”
“I’m Panah Arjuna. I spread the love.” Selamba dia menuturkan dengan muka toya.

Tuesday, October 19, 2010

gurindam jiwa (SOLD, thanks zai)

author: hlovate, imaen, noor suraya
publisher: jemariseni
harga: rm21    rm10
sinopsis:
Ceritera 1: Schubert's Serenade oleh Hlovate

"Schubert's Serenade... lagunya penuh dengan kenangan

Dan dengan kenangan itu cerita ini ditulis.
ingatan untuk mereka yang pernah hadir dalam hidup saya
ingatan untuk mereka yang pernah bersama melalui 'waktu itu' bersama saya
ingatan untuk lagu-lagu yang pernah bertanda dalam hidup saya
ingatan untuk hari-hari yang pernah menjadi sebahagian dari hidup saya
mungkin lagunya sedih
mungkin ceritanya pun sedih
namun kenangan yang bertanda dalam diri saya,
yang datang bersama lagu ini... tiada sejarah dan air mata"
there could be beauty in tragedy, anyway.

Ceritera II - Imaen
Dengan jari aku gali sedikit tanah di tepi nisannya, kukuburkan cincin itu di sisinya.
"Bukan bermakna aku sudah tidak menyayangimu lagi, sampai mati sayang, sampai mati! aku tanam kerana aku ingin bersemadi di sebelahmu. Sedangkan apa yang bakal berlaku hari ini, aku sudah tidak pasti apakah nisanku nanti akan menjadi teman nisanmu... hari ini adalah titik tanpa pulang lagi. Vendetta!"

Ceritera III - Noor Suraya
Hati Andriyana adalah sisipan kisah cinta 'dia' yang menyimpan seriu rahsia, 'dia yang menyimpan seribu cerita, 'dia' yang ingin berkongsi sebuah rasa: Aliya & Manjalara

Dalam Gurindam Jiwa ini
Manjalara beritakan tentang rasa hatinya
Lalu Fitri Hadi akan mewarnakan citra pertama 'dia' di hatinya
Walau apapun ceriteranya, di pena Noor Suraya
Ku Fitri masih seorang 'Qais' untuk lailanya dan Raden Andriyana... masih seorang puteri.